Minggu, 17 April 2016

Makalah jembatan wheatstone

MAKALAH ALAT-ALAT UKUR
“JEMBATAN ARUS SEARAH
 DAN PEMAKAIANNYA”

DISUSUN OLEH :

            NAMA                        : RAME NELVIANA MANUNGKALIT
NIM                            : RRA1C315004
                                                 

PRODI PENDIDIKAN FISIKA 2015
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016








KATA PENGANTAR

            Assalamu’alaikum wr.wb
            Rasa syukur yang dalam kami ucapkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya kami bisa menyelesaikan makalah ini sesuai yang kami harapkan. Dalam makalah kami yang berjudul “Jembatan Arus Searah Dan Pemakaiannya“ akan dibahas  tentang itu jembatan arus searah dan pemakaiannya serta pembagiannya yaitu jembatan wheatstone, jembatan kelvin dan uji simpal dengan perangkat uji portabel dengan baik yang selama ini tidak diketahui oleh mahasiswa.
            Makalah ini dibuat untuk menambah wawasan mahasiswa sekaligus membantu mahasiswa dalam memahami jembatan arus searah dan pemakaiannya. Untuk itu kami sebagai penyusun makalah ini apabila banyak kekurangan mohon kritik dan sarannya sehingga akan menumbuhkan ucapan terima kasih kami kepada pembaca.
            Demikian makalah ini kami buat semoga dapat bermanfaat.
Jambi, April 2016


Penyusun













BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG

Rangkaian-rangkaian jembatan dipakai secara luas untuk pengukuran nilai-nilai komponen seperti tahanan, indukstansi atau kapasitansi, dan parameter rangkaian lainnya yang diturunkan  secara langsung dari nilai nilai komponen, seperti frekuensi sudut, fasa dan temperatur. Karena rangkaian jembatan hanya membandingkan nilai komponen yang tidak diketahui dengan komponen yang besarnya diketahui secara tepat (sebuah  standar), ketelitian pengukurannya  tentu saja bisa tinggi sekali. Ini adalah demikian sebab pembacaan pengukuran dengan cara perbandingan yang didasarkan pada penunjukan nol dari kesetimbangan rangkaian jembatan, pada dasarnya tidak bergantung pada karakteristik  detektor nol. Jadi ketelitian pengukuran adalah langsung sesuai dengan ketelitian komponen-komponen jembatan, bukan dengan indikator nolnya sendiri.
          Bab ini membahas sebagian dari rangkaian  dari dasar arus searah.Dimulai dengan instrumen uji yang dapat dipindahkan (portabel), kita mengenal jembatan wheatstone untuk pengukuran tahanan dc, jembatan Kelvin untuk pengukuran tahanan rendah, dan perangkat uji (test set) untuk pemeriksaan tahanan kabel. Dalam pengujian presisi tinggi dan kalibrasi, kita mengemukakan prinsip jembatan Wheasstone  dengan pengaman (guarded Wheatstone bridge) serta pengukuran tahanan-tahanan yang sangat tinggi.

1.2    RUMUSAN MASALAH

       Dari latar belakang di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.    Bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Wheatstone ?
2.    Bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Kelvin ?
3.    Bagaimana yang dimaksud dengan Uji Simpal Dengan Perangkat Uji Portabel ?
4.    Bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Wheatstone Dengan Pengaman ?

1.3    TUJUAN PENULISAN

Dari rumusan masalah di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.    Mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Wheatstone.
2.    Mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Kelvin.
3.    Mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan Uji Simpal Dengan Perangkat Uji  Portabel.
4.    Mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Wheatstone Dengan Pengaman.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1  JEMBATAN WHEATSTONE
          Jembatan Wheatstone digunakan secara luas untuk pengukuran presisi tahanan dari sekitar 1 Ω sampai rangkuman  mega ohm ( MΩ ) rendah.
2.1.1 Prinsip Dasar 
          Prinsip dasar dari jembatan Wheatstone  didasarkan pada rangkaian yang ditunjukkan pada gambar 1, dimana rangkaian terdiri dari :
-     sumber tegangan baterai ( E )
-     empat lengan tahanan, yaitu tahanan R1 dan R2, disebut lengan pemban-ding, tahanan R3, disebut lengan standar, dan tahanan R4 adalah tahanan yang besarnya tidak diketahui.
-     Sebuah galvanometer, yang merupakan detektor nol.

Gambar 2.1.1 Skema rangkaian jembatan yang disederhanakan
           
          Besar arus yang melalui galvanometer tergantung pada beda potensial ( tegangan ) antara titik c dan titik d. Jembatan dikatakan setimbang, jika beda potensial pada galvanometer adalah nol, artinya tidak ada arus yang mengalir melalui galvanometer ( kondisi ini terjadi, jika  Vca = Vda  atau Vcb  =  Vdb).
               Jadi jembatan dikatakan setimbang setimbang, jika  :
                                                  I1  R1  =  I2  R2                                     
              
                                                                         


                                                                        E
                               I2   =   I4   =  ------------                        
                                                                      R2  +  R4



Subsitusikan harga-harga pada persamaan diatas dapat diperoleh  :                                                            
                                                              E                       E
               I1  R1  =  I2  R2                  -----------  R1  =   ----------  R2           
                                                           R1  +  R3             R2  +  R4
                                            
                                                      R1                    R2
                                                  ------------   =   ------------                   
                                                     R1  +  R3          R2  +  R4

                             atau       R1 R2  +  R1 R4  +  R1 R2  +  R2 R3     
               Jadi  ;                         
                                          R1 R4  =  R2 R3                                         
          Persamaan diatas merupakan bentuk umum dalam kesetimbangan jembatan Wheatstone. Dari persamaan tersebut, jika tiga dari tahanan tersebut diketahui, maka tahanan keempat dapat dicari, misalnya tahanan R4 tidak diketahui ( tahanannya Rx ), dapat dinyatakan dalam tahanan-tahanan lainnya, yaitu :
                                                                                R2                                                  
                                                             Rx  = R3  ---------                                                                                                                                                   R1  
Tahanan R3 disebut lengan standar dari jembatan, dan tahanan R2 dan R1 disebut lengan-lengan
 pembanding (ratio arms).
          Pengukuran tahanan Rx tidak bergantung pada karakteristik atau kalibrasi galvanometer defleksi nol, asalkan detektor nol tersebut mempunyai sensitivitas yang cukup, untuk menghasilkan posisi setimbang jembatan pada tingkat presisi yang diperlukan.
            2.1.2 Kesalahan Pengukuran
          Jembatan Wheatstone dipakai secara luas pada pengukuran presisi tahapan dari sekitar 1 Ω sampai rangkuman mega ohm rendah. Sumber kesalahan utama adalah pada kesalahan batas dari ketiga tahanan yang diketahui, sedangkan kesalahan-kesalahan lainnya adalah :
a)    Sensitivitas detektor nol yang tidak cukup ( dibahas lebih lanjut pada pembahasan rangkaian pengganti Thevenin ).
b)   Pengaruh pemanasan ( I2 R ) dari arus-arus lengan jembatan, mengakibatkan perubahan tahanan lengan-lengan jembatan, sehingga dapat mengubah tahanan yang diukur,
c)    Arus yang berlebihan dapat mengakibatkan perubahan permanen pada tahanan, kondisi ini tidak boleh terjadi, karena akan terjadi kesalahan pada pengukuran-pengukuran selanjutnya, dan karena itu untuk mengatasi masalah ini, maka  disipasi daya dalam lengan-lengan jembatan harus dihitung sebelumnya, sehingga nilai arus dapat dibatasi pada nilai yang aman.
d)   Dalam pengukuran tahanan-tahanan rendah, ggl termal pada rangkaian jembatan atau rangkaian galvanometer dapat menyebabkan masalah. Untuk mengatasinya diperlukan galvanometer yang lebih sensitif dilengkapi dengan sistem suspensi tembaga, sehingga kontak antara logam-logam yang tidak sama dan ggl termal dapat dicegah.
e)   Kesalahan-kesalahan tahanan kawat sambung dan kontak-kontak luar memegang peranan dalam pengukuran nilai tahanan yang sangat rendah, dan kesalahan ini dapat dikurangi dengan menggunakan jembatan Kelvin.                                                                                                                                                                                                                                           
               2.1.3 Rangkaian Pengganti Thevenin
          Arus galvanometer perlu ditentukan sebelumnya untuk mengetahui apakah galvanometer mempunyai “Sensitivitas” yang diperlukan untuk mendeteksi keadaan tidak setimbang atau tidak, karena tanpa menghitung sebelumnya, adalah merupakan suatu hal yang tidak mungkin untuk mengatakan galvanometer mana yang akan membuat rangkaian jembatan lebih sensitif terhadap suatu kondisi tidak setimbang. Galvanometer-galvanometer yang berbeda tentu memerlukan arus persatuan defleksi yang berbeda dan juga mempunyai tahanan dalam yang berbeda. Sensitivitas ini dapat ditentukan melalui “penyelesaian persoalan“ rangkaian jembatan.
          Karena kita tertarik pada arus melalui galvanometer, rangkaian pengganti Thevenin ditentukan dengan memeriksa terminal galvanometer c dan d  dalam gambar 2.1.1. Untuk memperoleh pengganti, Thevenin, dilakukan dua langkah yaitu :
                                                             Langkah pertama :  Penentuan tegangan Ekivalen / tegangan Thevenin  (pengganti ) pada terminal c dan d, dimana galvanometer dilepas dari rangkaian.
                                                             Langkah kedua  :    Penentuan tahanan pengganti dengan memperhatikan terminal c dan d, dan mengganti baterai dengan tahanan dalamnya.
Untuk melakukan kedua langkah diatas gambar 2.1.1 digambarkan kembali pada gambar 2.1.3.
Description: hal 151

GAMBAR 2.1.3 Pemakaian teorema Thevenin terhadap jembatan Wheatstone (a) Konfigurasi jembatan Wheatstone; (b) Tahanan Thevenin dengan memeriksa terminal c dan d ; (c) Rangkaian lengkap Thevenin dengan galvanometer tersambungketerminal c dan d.
              
Tegangan Thevenin atau tegangan rangkaian terbuka diperoleh dengan menunjukkan kembali ke gambar 2.1.3(a) dan menuliskan :
               Ecd   =   Eda   +   Eac   =   Eac   -   Ead   =   I1 R1   -   I2 R2                   
Dimana :                E                                     E
               I1  =  ------------    dan    I2  =     ----------                                                                   
                         R1  +  R3                          R2  +  R4
Subsitusikan harga I1 dan I2  kedalam persamaan ( * ) diperoleh :  
                                 E                         E
               Ecd  =  ------------  R1   -    ----------   R2                                                                                 
                           R1  +  R3                R2  +  R4
                                          R1                   R2
      Ecd  =   E   [  ------------    -    ----------   ]                                                                                                          R1  +  R3         R2  +  R4  
Persamaan diatas disebut Tegangan Generator Thevenin.

          Tahanan pengganti Thevenin diperoleh dengan memperhatikan terminal c dan d, dan baterai diganti dengan tahanan dalamnya. Rangkaian pada gambar 2.1.3(b) menyatakan  tahanan Thevenin dan pengubahan rangkaian ini menjadi bentuk sederhana memerlukan teorema delta-wye ( Δ-Y ), akan tetapi karena tahanan baterai sangat rendah  maka dapat diabaikan sehingga mempermudah penurunan rangkaian pada gambar 2.1.3(a) menjadi rangkaian penggantinya.
          Dari gambar 2.1.3(b) dapat dilihat bahwa, jika tahanan dalam baterai diabaikan ( dianggap nol ), maka akan ada rangkaian hubung singkat antara titik a dan b.
               Jadi, tahanan Thevenin ditinjau dari terminal c dan d adalah :
                                                  R1 R3            R2  R4
                                 Rth   =    ------------  +  ------------            
                                                R1  +  R3       R2  +  R4                                     

          Rangkaian penganti Thevenin dari rangkaian jembatan Wheatstone ditunjukkan pada gambar 2.1.3(c) terdiri dari : sebuah generator Thevenin ( Eth ) yang diberikan pada persamaan diatas  yang dihubung seri dengan tahanan Thevenin ( Rth ) yang diberikan pada persamaan Rth. Jika detektor nol dihubungkan ke terminal keluaran rangkaian pengganti Thevenin, maka besar arus galvanometer adalah:
                                                                         Eth
                                                      Ig   =   -------------                               
                                                                      Rth  +  Rg
               Dimana :    Ig    =    arus galvanometer.  
                                 Rg  =    tahanan dalam galvanometer.                            
                                 Rth  =    tahanan Thevenin.




Contoh 1 :
Sebuah rangkaian jembatan Wheatstone, nilai-nilai elemennya diketahui. Tegangan baterai 5 V dan tahanan dalam-nya diabaikan, sensitivitas arus galvanometer 10 mm / μA dan tahanan dalam 100 Ω. Tentukan besar defleksi yang diakibatkan oleh ketidak setimbangan tahanan 5 Ω dalam lengan BC.
Penyelesaian :



 
 



Description: hal 153


          Kesetimbangan jembatan tercapai jika lengan BC mempunyai tahanan 2000 Ω. Diagram yang menunjukkan lengan BC sebagai tahanan 2005 Ω menyatakan ketidaksetimbangan yang kecil (<< 2000 Ω). Langkah pertama dalam pemecahan adalah mengubah rangkaian jembatan ke rangkaian pengganti Thevenin. Karena kita tertarik untuk memperoleh arus di dalam galvanometer, pengganti Thevenin ditentukan dengan mengacu pada terminal-terminal galvanometer dari rangkaian B dan D dengan melepas galvanometer dari rangkaian adalah tegangan Thevenin. Dengan menggunakan persamaan di atas, diperoleh :
                                                                                   100                  1000      
                    ETH   =   EAD  -  EAB   =   5 V  x   {   ---------------  -  ------------------  }   =  2,77 mV   
                                                                              100 + 200       1000 + 2005
          Langkah kedua pemecahan berikutnya penentuan tahanan pengganti yang ditinjau dari terminal BD, dan mengganti baterai dengan tahanan dalamnya. Karena tahanan dalam baterai  0 Ω, maka rangkaian ditunjukkan oleh konfigurasi pada gambar 2.1.3 (b), dan besar tahanan pengganti dapat ditentukan dari persamaan, yaitu :
                               100 x 200          1000 x 2005
               RTH  =   --------------   +  ------------------   =   730  Ω
                                100 + 200        1000 + 2005

          Rangkaian pengganti Thevenin ditunjukkan pada gambar 2.1.3(c), terdiri dari ETH yang seri dengan RTH. Jika galvanometer dihubungkan ke terminal keluaran rangkaian pengganti Thevenin, maka arus galvanometer Ig adalah :


                              ETH                      2,77
               Ig  =   -----------   =   --------------  =   3,34 μA
                          RTH + Rg           730 + 100
Jadi defleksi galvanometer :
               d  =  3,34 μA  x  ( 10 mm / μA )  =   33,4  mm.
Catatan :
          Dari contoh diatas dapat disimpulkan :
a.    Rangkaian pengganti Thevenin manfaatnya sa ngat jelas, dalam menyele-saikan ketidaksetimbangan rangkaian jembatan.
b.    Perhitungan defleksi sangat sederhana ( gambar 3c ) untuk galvanometer dengan sensitivitas arus dan tahanan dalam berbeda.
c.     Tegangan tidak setimbang yang diperlukan untuk menghasilkan  satu satuan defleksi dapat dihitung, jika sensitivitas galvanometer diketahui. 
          Nilai ini penting, jika ingin menentukan sensitivitas jembatan terhadap ketidaksetimbangan atau dalam menghadapi pertanyaan “ apakah galvanometer yang dipilih mampu mendeteksi suatu ketidak setimbangan yang kecil “ ?.
Contoh 2 :
Galvanometer pada contoh 1, diganti dengan yang lain dengan tahanan dalam 500 Ω dan sesitivitas arus 1 mm / μA. Dengan menganggap skala 1 mm dapat diamati pada skala galvanometer, tentukan apakah galvanometer dapat mendeteksi ketidaksetimbangan sebesar 5 Ω dalam lengan BC ( gambar 3a ).     
Penyelesaian :
       Disebabkan konstanta-konstanta jembatan masih sama, maka rangkain peng-ganti Thevenin tetap dinyatakan oleh generator Thevenin ( ETH ) sebesar  2,77 mV seri dengan tahanan Thevenin 730 Ω, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.


 





              
          Jika galvanometer dihubungkan ke terminal keluaran dari rangkaian pengganti, maka akan diperoleh arus galvanometer Ig :

                             ETH                 2,77
               Ig  =   -----------   =   --------------  =   2,25  μA
                           RTH + Rg         730 + 500
Jadi, defleksi dari galvanometer :
                d  =  2,25 μA  x  ( 1 mm / μA )  =   2,25  mm.      
Dari hasil diatas, menunjukkan bahwa galvanometer menghasilkan defleksi yang mudah diamati.

2.2   JEMBATAN KELVIN
        Jembatan Kelvin, merupakan modifikasi dari jembatan Wheatstone dan mengha-silkan ketelitian yang jauh lebih besar untuk pengukuran tahanan-tahanan yang sangat rendah, yaitu sekitar 1 Ω sampai 0,00001 Ω.
2.2.1 Efek kawat-kawat penghubung
          Jembatan Kelvin merupakan modifikasi dari jembatan Wheatstone dan menghasilkan ketelitian yang jauh lebis besar dalam pengukuran tahanan-tahanan rendah (lowvalues resistance), umumnya dibawah 1 Ω. Perhatikan ranglkaian jembatan yang ditunjukkan dalam gambar 2.2.1 di mana Ry  menyatakan tahanan kawat penghubung dari R3 ke Rx. Dua jenis hubungan galvanometer adalah mungkin, yaitu ke titik m atau ke titik n. Bila galvanometer dihubungkan ke titik m, tahanan Ry dari kawat penghubung dijumlahkan ketahanan Rx yang tidak diketahui, dan menghasilkan indikasi Rx yang terlalu tinggi. Bila hubungan dibuat ke titik n, Ry dijumlahkan ke lengan jembatan R3 dan hasil pengukuran Rx akan lebih rendah dari yang seharusnya, sebab sekarang nilai aktual R3 menjadi lebih besar dari nilai nominalnya sebesar Ry. Jika galvanometer dihubungkan kesebuah titik p diantara titik m dan n sedemikian rupa sehingga perbandingan tahanan dari n ke p dan dari m ke p sama dengan perbandingan tahanan-tahanan R1 dan R2 dapat dituliskan :  
                                                       Rnp          R1
                                                      -----   =   -----                               
                                                       Rmp          R2
                                                                                                                       
Persamaan kesetimbangan untuk jembatan menghasilkan :
                                 ( Rx + Rnp )  R2   =   R1 ( R3  +  Rmp )
                                  Rx + Rnp = R1 / R2 ( R3  +  Rmp )   

Description: hal 155
GAMBAR 2.2.1 Rangkaian jembatan Wheatstone, menunjukkan tahanan Ry dari kawat titi m ke titik n.

Subsitusi dari persamaan kedua diatas, diperoleh :
                                  R1                         R1                          R2
               Rx  +    ( ----------- )  Ry   =   ------  [  R3 +  (  ----------- ) Ry ]         
                               R1 + R2                   R2                      R1 + R2

                                R1  Ry              R1             R1 Ry
               Rx  +      -----------    =   ---- R3  +  -----------               atau
                               R1 + R2          R2              R1 + R2

                           R1                 R1 Ry              R1 Ry
               Rx  =   -----  R3  +   -----------  -    ---------                atau
                           R2                R1 + R2          R1 + R2
                                                                   R1              
                                                      Rx  =   -----  R3                                     
                                                                     R2               
          Persamaan diatas, merupakan persamaan dalam kesetimbangan jembatan Wheatstone, dan menunjukkan bahwa pengaruh tahanan kawat penghubung dari titik m ke titik n, dihilangkan dengan menghubungkan galvanometer ke titik p. Penambahan kawat penghubung ini membentuk dasar-dasar konstruksi jembatan ganda Kelvin, yang umumnya dikenal sebagai jembatan Kelvin.
2.2.2 Jembatan Ganda Kelvin
          Istilah jembatan ganda (dobel) digunakan sebab rangkaian memiliki pembanding lengan kedua, seperti ditunjukkan dalam diagram skema Gambar 2.2.2 (b).
.
Description: hal 156                                                                                                    Kedua lengan ini diberi nama a dan b, yang menghubungkan galvanometer ke titik p pada potensial yang sesuai antara antara titik m dan n, dan ber-fungsi menghilangkan pengaruh ta-hanan Ry.                                                
         


         
          Pada jembatan ini ditetapkan suatu persyaratan awal, dimana perbandi-ngan antara tahanan a dan b sama dengan perbandingan antara R1 dan R2  (  a / b  =  R1 / R2 ).                                       
          Galvanometer akan menunjukkan angka nol, jika potensial pada titik k sama dengan potensial pada titik p atau jika :  Ekl  =  Elmp, dimana :
                                R2                        R2                                      ( a + b ) Ry
               Ekl   =  ----------   E   =   -----------  I  [  R3  +  Rx  +   ------------------ ]
                             R1 + R2               R1 + R2                                 ( a + b + Ry )
     dan
                                                  b                ( a + b ) Ry
               Elmp  =   I  [  R3  +  ----------   {  ---------------  }  ]                         
                                              ( a + b )         ( a + b + Ry )
Kita dapat menentukan Rx dengan menggunakan Ek1 dan Elmp dalam cara berikut :
                    R2                                        ( a + b ) Ry                                b              ( a + b ) Ry
                -----------  I  [  R3  +  Rx  +   ------------------ ] =  I  [  R3  +  ---------- {  ---------------  }]
                  R1 + R2                                  ( a + b + Ry )                           ( a + b )     ( a + b + Ry )

     Disederhanakan, menjadi : 
                                        ( a + b ) Ry            R1 + R2                      b Ry
                R3  +  Rx  +   ------------------  =  -----------  [  R3  +  -----------------   ]   
                                        ( a + b + Ry )             R2                       ( a + b + Ry )
Dan menghilangkan tanda kurung pada ruas sebelah kanan memberikan :
                                        ( a + b ) Ry             R1 R3                       R1 + R2              b Ry
                R3  +  Rx  +   ------------------  =  -----------  +  R3 +    -------------     ----------------
                                       ( a + b + Ry )              R2                             R2               ( a + b + Ry )
     Penyelesaian untuk Rx memberikan
                              R1 R3        R1          b  Ry                     b Ry                ( a + b ) Ry     
                Rx  =    --------  +  ----- .  ----------------  +  ---------------   -   -----------------
                                 R2           R2      ( a + b + Ry )      ( a + b + Ry )       ( a + b + Ry )
     sehingga
                              R1 R3             b  Ry                 R1         a      
                Rx  =    --------  +  ------------------  [   -----  -   ----  ]                   
                               R2             ( a + b + Ry )         R2         b 
          Gunakan syarat awal yang telah ditetapkan yaitu:  a / b  =  R1 / R2 kedalam persamaan diatas, diperoleh hubungan yang sudah dikenal yaitu:        
                                                                                                  R1 R3                
                                                                                    Rx  =    --------                         
                                                                                                    R2      
      Persamaan  Rx, merupakan persamaan kerja dari jembatan Kelvin, yang menunjukkan bahwa tahanan gandar tidak mempunyai pengaruh pada pengukuran, dengan syarat kedua pasangan lengan-lengan pembanding, mempunyai perbandingan tahanan yang sama ( a / b  =  R1 / R2 ).
     Jembatan Kelvin digunakan untuk mengukur tahanan yang sangat rendah yakni dari sekitar 1 Ω sampai serendah 0.00001 Ω. Gambar 2.2.2 (b) menunjukkan diagram rangkaian yang disederhanakan bagi sebuah jembatan Kelvin komersial yang mampu mengukur tahanan dari 10 Ω sampai 0,00001 Ω. Dalam jembatan ini, tahanan R3 dari persamaan sebelumnya dinyatakan oleh tahanan variabel standar dalam gambar 2.2.2 (b). Lengan-lengan pembanding (R1 dan R2) biasanya dapat dipilih dalam sejumlah langkah kelipatan sepuluh.
          Penurunan tegangan kontak dalam rangkaian pengukuran dapat mengakibatkan kesalahan besar, dan untuk menurunkan efek ini tahanan standar dilengkapi dengan sembilan langkah masing-masing 0,001 Ω ditambahkan sebuah batang manganin 0,0011 Ω yang telah dikalibrasi beserta kontak geser. Dengan demikian Tahanan total lengan R3 adalah 0,0101 Ω dan dapat diubah dalam langkah 0,001 Ω ditambahkan bilangan pecahan 0,0011 Ω oleh kontak geser. Bila kedua kontak dipindahakan untuk memilih nilai tahanan standar yang sesuai, penurunan tegangan antara titik-titik sambungan lengan-lengan pembanding akan berubah, tetapi tahanan total sekeliling rangkaian batere tidak berubah. Susunan ini menempatkan setiap tahanan kontak secara seri dengan lengan-lengan pembanding yang nilai tahanannya relatif tinggi, dan tahanan kontak mempunyai efek yang diabaikan.
     Perbandingan R1/R2 sebaiknya dipilih sedemikian sehingga yang digunakan dalam rangkaian pengukuran adalah bagian standar tahanan yang relatif besar. Dengan cara ini nilai tahanan Rx yang tidak diketahui ditentukan berdasarkan kemungkinan jumlah angka-angka berarti yang paling besar, sehingga ketelitian pengukuran lebih baik.
           Description: hal 158

 
Gambar 2.2.2(b) Rangkaian jembatan ganda Kelvin yang disederhanakan, digunakan pada pengukuran tahanan yang sangat rendah.

2.3     UJI SIMPAL DENGAN PERANGKAT UJI PORTABEL                            
          Jembatan Wheatstone portabel sering digunakan untuk menemukan lokasi kerusakan pada kabel-kabel kawat banyak, kawat telepon dan saluran transmisi daya. Kerusakan-kerusakan tersebut antara lain : kerusakan karena hubungan singkat, kerusakan karena tahanan rendah antara sebuah konduktor dengan bumi.
          Untuk tujuan tersebut digunakan dua jenis pengujian, yaitu :
1.      Uji simpal Murray
2.      uji simpal Varley
2.3.1  Uji Simpal Murray
          Uji simpal Murray paling dikenal dan sederhana, yang digunakan untuk menemukan kerusakan kerusakan pentanahan-pentanahan di dalam kabel-kabel terbungkus. Rangkaian dasar dari dari uji simpal ini, ditunjukkan pada gambar 7, dimana :Konduktor yang rusak dengan panjang I2, dan jembatan disetimbangkan melalui lengan pembanding A  yang dapat diatur.
               Jika keadaan setimbang dicapai, maka diperoleh :
                A         RL - Rx
               ---  =  -----------                                   A Rx   =   B  RL  -  B  Rx
                B             Rx
                                                                                     B                                              
               ( A + B ) Rx  =  B  RL       atau          Rx  =  ---------  RL
                                                                                   A + B
     Jadi :                       A          RL - Rx                                       B
                                 ---  =   -----------        atau      Rx   =   ---------   RL          ………………( 8-18 )                       
                                  B              Rx                                      A  +  B
Dimana : RL = tahanan konduktor yang baik ditambah tahanan konduktor yang rusak ( tahanan total simpal ).
                Rx = tahanan konduktor dari terminal jembatan ke lokasi tanah yang rusak.          
Description: hal 159


          Karena tahanan kawat sebanding dengan panjang dan luas penampang, maka tahanan dapat diganti dengan panjang, sehingga persamaan diatas menjadi :                                                
                                                   B
                                     lx   =   ---------   ( l1 + l2 )                      
                                                A  +  B
          Pada kabel kawat banyak, konduktor l1 mempunyai panjang dan penampang yang sama dengan kawat yang rusak, sehingga l1 = I2 = I, dan karenanya :
                                                    
                                

                                                      B
                                    lx   =  2l  ---------     
                                                   A  +  B

Dimana :      l =   panjang kabel kawat banyak, diukur dari terminal-terminal jembatan ke titik ujung.



Catatan :
-       Jika konduktor balik tidak mempunyai karakteristik yang sama dengan kawat yang rusak, kelonggaran harus diberikan untuk perbedaan tahanan per satuan panjang  yang dihasilkan.
-       Perangkat uji ini, dapat mengukur lokasi kerusakan kabel sampai ketelitian yang layak,  untuk tahanan kerusakan tanah rendah ( hubung singkat ), sedangkan untuk tahanan kerusakan tanah yang tinggi, perangkat uji ini tidak sesuai dan diperlukan suatu pengukuran tegangan tinggi.
2.3.2  Uji Simpal Varley
          Uji simpal ini adalah modifikasi dari uji simpal Murray dan merupakan salah satu metoda yang paling teliti untuk menemukan kerusakan tanah, persimpangan atau hubungan-hubungan singkat dalam sebuah kabel kawat banyak. Rangkaian dasar dari uji simpal Varley, ditunjukkan pada gambar 2.3.2(a) sampai 2.3.2(c), berturut-turut merupakan uji simpal Varley  no.1 sampai dengan no.3. Pada masing-masing pengujian / pengukuran, perbandingan perkalian dari lengan A dan B dibuat tetap, dan jembatan dibuat setimbang ke defleksi nol galvanometer, oleh tahanan variabel dalam lengan standar.
Description: hal 161

Gambar 2.3.2 Uji simpal Varley, digunakan untuk menemukan tanah, persilangan atau hubungan tingkat di dalam kabel kawat banyak.

                               A
               X1  =  ---------  ( R2 - R1 )                                                                 
                            A + B
                             A
               X2  =  ---------  ( R3 + R2 )                                                                 
                            A + B
Dimana ; X1 dan X2 adalah tahanan-tahanan bagian kabel pada tiap sisi kawat yang rusak.

          Karena tahanan sebanding dengan panjang dan luas penampang, maka jarak ke lokasi kerusakan dapat ditentukan dengan menggunakan satu hasil sebagai pembanding terhadap yang lain. Jika sebuah rangkaian terdiri dari konduktor dengan ukuran berbeda pada berbagai penampang, maka tahanan setiap penampang harus diperhitungkan. Sebagai contoh : kabel udara dihubungkan dengan kabel tanah dengan ukuran yang berbeda, maka selisih tahanan, disamping harus memperhitungkan ukuran konduktor yang berbeda, juga  harus memperhitungkan selisih temperatur antara kabel udara dan kabel bawah tanah.
          Pada gambar 8b, ditunjukkan rangkaian pengujian simpal Varley yang lebih sederhana tetapi kurang teliti, dan pengujian ini dapat dilakukan asalkan lengan-lengan pembanding A dan B sama dan rasio perkalian sama dengan satu.
          Persamaan kesetimbangan jembatan, memberikan :

                                                       A          X2 + 2 X1
                                                      ---   =   --------------                                    
                                                       B           R2 + X2

Disebabkan lengan-lengan pembanding adalah sama, dimana A / B = 1, persamaan di atas  berubah menjadi :
                         X2 + 2 X1
               1    =  -------------                   R2 + X2  =    X2 + 2 X1       
                           R2 + X2
                                                                 R2                                                              
                                                      X1  =  -----                                                
                                                                  2
harga X1 pada persamaan ( 8-24 ), selanjutnya akan mengarahkan ke lokasi kerusakan.

2.4     JEMBATAN WHEATSTONE DENGAN PENGAMAN
          Jembatan Wheatstone dengan pengaman digunakan untuk pengukuran tahanan yang sangat tinggi, seperti : tahanan isolasi kabel atau tahanan kebocoran kapasitor ( umumnya dalam orde beberapa ribu mega ohm ). Salah satu masalah utama dalam pengukuran tahanan tinggi, terjadinya  kebocoran arus, yaitu :
o   disekitar dan sekeliling komponen atau bahan yang diukur.
o   sekeliling jepitan kutub pada titik mana komponen dihubungkan ke instrumen
o   di dalam instrumen sendiri.                                                        
          Arus kebocoran ini tentu tidak diinginkan, karena dapat memasuki rangkaian pengukuran dan mempengaruhi ketelitian pengukuran yang sangat besar sekali. Arus kebocoran ini, jelas kelihatan pada pengukuran tahanan tinggi, karena tegangan tinggi diperlukan untuk memperoleh sensitivitas defleksi yang cukup.
          Dalam pengukuran, pengaruh dari arus bocor ini, umumnya dihilangkan dengan suatu rangkaian pengaman.

2.4.1  Rangkaian Pengaman
          Dari gambar 9, dapat dijelaskan prinsip sebuah rangkaian pengaman sederhana di dalam lengan Rx dari sebuah jembatan Wheatstone, sebagai berikut :
          Jika rangkaian pengaman tidak ada, maka arus kebocoran Il sepanjang permu-kaan jepitan kutub yang terisolasi akan bergabung dengan arus Ix melalui komponen yang diukur, sehingga menghasilkan arus total rangkaian yang lebih besar daripada arus peralatan yang sebenarnya.
          Description: hal 162
              


          Jika kawat pengaman dipasang mengelilingi permukaan kutub yang terisolasi, maka kawat pengaman akan menahan arus kebocoran dan mengembalikan ke baterai. ( agar arus kebocoran selalu menuju sebagian dari kawat pengaman dan mencegah-nya masuk ke rangkaian jembatan, maka pengaman harus ditempat-kan secara cermat. ). Pada rangkaian jembatan dalam gambar 2.4.1 (b), pengaman sekeliling jepitan kutub di lengan Rx, ditunjukkan oleh sebuah lingkaran kecil disekitar terminal,  dan tidak me-nyentuh satu bagianpun dari rangkaian jembatan dan langsung dihu-bungkan ke baterai. 
    



2.4.2  Tahanan Tiga Terminal
          Untuk maksud pencegahan arus kebocoran keluar dari rangkaian jembatan, maka titik-titik sambungan lengan-lengan pembanding RA dan RB umumnya digunakan sebagai terminal pengaman yang terpisah pada panel depan instrumen.
          Terminal pengaman ini digunakan untuk menghubungkan  tahanan tiga terminal, seperti ditunjukkan pada gambar 11a, dimana :
          Tahanan tinggi dihubungkan pada dua kutub isolasi yang terpasang pada sebuah plat logam, dan terminal ketiga dari tahanan adalah titik bersama tahanan, dihubungkan ke terminal Rx menurut cara biasa.
          Terminal ketiga dari tahanan ini, merupakan titik bersama dari tahanan R1 dan R2, yang menyatakan lintasan kebocoran terminal utama, sepanjang kutub-kutub isolasi  ke plat logam atau pengaman.
          Skema rangkaian pada gambar 2.4.1(b), menunjukkan bahwa pengaman dihubung-kan ke terminal pengaman pada panel depan jembatan, dimana sambungan ini membuat  R1 paralel dengan lengan pembanding RA, akan tetapi karena  R1 jauh lebih besar dari RA ( R1 >>> RA ), maka pengaruhnya dapat diabaikan.
          Tahanan kebocoran R2 paralel dengan galvanometer, akan tetapi tahanan R2  jauh lebih besar dari tahanan galvanometer Rg ( R2 >>> Rg ), maka pengaruhnya hanya penurunan yang kecil pada sensitivitas galvanometer.
          Jika rangkaian pengaman tidak terpasang, maka tahanan kebocoran R1 dan R2 akan langsung berada pada Rx, sehingga akan terjadi kesalahan pada pengukuran nilai Rx. Misalnya : tahanan yang tidak diketahui 100 MΩ dan tahanan kebocoran masing-masing terminal ke pengaman juga 100 MΩ, maka tahanan Rx yang akan diukur adalah sebesar 67 MΩ, jadi terdapat  kesalahan sebesar  33 %.
2.4.3 Jembatan Megaohm
          Sebuah jembatan mega ohm komersial tegangan tinggi ditunjukkan pada gambar 2.4.3, dimana berbagai alat kontrol dapat dengan mudah dikenali.
Description: hal 164
Gambar 2.4.3 Tahanan tiga terminal dihubungkan ke jembatan mega ohm teganagn tinggi berpengaman.
              
              






BAB III
PENUTUP

1.             Kesimpulan
Jembatan Wheatstone digunakan secara luas untuk pengukuran presisi tahanan dari sekitar 1 Ω sampai rangkuman  mega ohm ( MΩ ) rendah. Jembatan Kelvin, merupakan modifikasi dari jembatan Wheatstone dan menghasilkan ketelitian yang jauh lebih besar untuk pengukuran tahanan-tahanan yang sangat rendah, yaitu sekitar 1 Ω sampai 0,00001 Ω. Jembatan Wheatstone portabel sering digunakan untuk menemukan lokasi kerusakan pada kabel-kabel kawat banyak, kawat telepon dan saluran transmisi daya. Kerusakan-kerusakan tersebut antara lain : kerusakan karena hubungan singkat, kerusakan karena tahanan rendah antara sebuah konduktor dengan bumi. Jembatan Wheatstone dengan pengaman digunakan untuk pengukuran tahanan yang sangat tinggi, seperti : tahanan isolasi kabel atau tahanan kebocoran kapasitor ( umumnya dalam orde beberapa ribu mega ohm ).

2.             Saran
Pada penulisan makalah alat-alat ukur ini ,kami berharapkan kepada pembaca mampu mengetahui dan mempelajari apa yang dimaksud dengan jembatan arus searah dan pemakaiannya.
Demikian makalah yang kami susun semoga pembaca dapat memahami apa yang kami bahas dalam makalah ini. Jika ada kesalahan atau pun tulisan yang kurang dipahami kami mohon maaf.









DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Dicky Arinanda. 2013. Pengukuran Besaran Listrik. Universitas Mercu Buana: Pusat pengembangan Bahan Ajar.
Cooper, Wiliam D. 1994. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. Erlangga: Jakarta





                                                                                                                    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar